Tentang Haji dan Jihad

12 Nov 2010

haji arafah

Bagi setiap Muslim, ibadah haji memang istimewa. Haji boleh dikatakan menjadi puncak spiritual seorang Muslim. Di hadapan Baitullah, Kabah, kebanyakan Muslim yang menunaikan ibadah haji merasakan betapa dekat dirinya saat itu dengan Allah Azza Wa Jalla.

Tidak aneh, meski kewajiban haji hanya sekali seumur hidup, kerinduan untuk pergi kembali ke Tanah Suci sering hinggap di kalbu setiap Muslim yang pernah merasakan nikmat-nya beribadah haji. Karena itu, bagi yang punya kemampuan finansial lebih, ia bisa menunaikan ibadah haji berkali-kali; tentu karena pengalaman spiritual haji yang ingin berkali-kali pula mereka alami.

Bagi sebagian orang, haji juga menjadi semacam identitas sosial di masyarakat. Paling tidak, di negeri ini, gelar haji masih dianggap penting dan istimewa. Di beberapa daerah di Tanah Air, haji menjadi simbol dari status sosial seseorang. Tidak aneh jika sebagian orang merasa bangga dan terhormat disebut dengan Pak Haji atau Bu Hajjah.

Bagi kebanyakan Muslim, haji menjadi salah satu puncak cita-cita hidupnya. Tidak aneh, di negeri ini, orang dari level ekonomi menengah ke bawah pun banyak yang berjuang mewujudkan mimpi dan cita-citanya berhaji. Seorang petani di Jawa, misalnya, dengan penuh kesabaran dan ketekunan, akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci tahun lalu setelah kurang-lebih 20 tahun ia menabung dari sisa hasil panen di sawahnya yang hanya beberapa petak.

*****

Sepantasnyalah setiap Muslim rindu untuk dapat menunaikan ibadah haji. Sebab, sebagaimana sabda Baginda Nabi saw., Siapa saja yang menunaikan ibadah haji dan ia tidak berbuat maksiat dan kefasikan di dalamnya, ia telah keluar dari dosa-dosanya seperti hari saat ibunya melahirkan dirinya (dalam keadaan tak memiliki dosa. (HR al-Bukhari).

Sewajarnya pula setiap Muslim yang berhaji rindu meraih haji mabrur. Sebab, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah saw., Haji mabrur itu, balasannya tidak lain adalah surga. (HR Ahmad, Ibn Khuzaimah, ath-Thabrani, al-Hakim dan al-Baihaqi).

Siapakah yang dimaksud dengan haji mabrur? Para ulama mengatakan, Haji mabrur adalah orang yang tidak bermaksiat kepada Allah saat menunaikannya. Dinyatakan pula oleh al-Fira, Haji mabrur adalah orang yang setelah haji tidak lagi terbiasa bermaksiat kepada Allah. (Abu Hayyan al-Andalusi, Bahr al-Muhith, II/263).

Al-Hasan pernah ditanya, Apa itu haji mabrur? Ia menjawab, Ia yang kembali dari berhaji menjadi seorang yang zuhud terhadap dunia dan rindu terhadap akhirat. (As-Suyuthi, Durr al-Mantsur, I/473; al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, II/408).

Imam an-Nawawi berkata, di antara tanda haji mabrur adalah kembali dari menunaikan haji dalam keadaan menjadi lebih baik perilakunya dan tidak membiasakan diri bermaksiat kepada Allah SWT (As-Suyuthi, Hasyiyah as-Suyuthi ala Sunan an-Nasai, IV/98).

*****
Yang menarik, dalam beberapa riwayat, keutamaan ibadah haji disandingkan dengan kemuliaan jihad. Baginda Nabi saw., misalnya, pernah bersabda, Duta Allah itu ada tiga: orang yang terlibat perang (di jalan Allah), orang yang beribadah haji dan orang yang berumrah. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi).

Beliau juga pernah ditanya, Amal apa yang paling utama? Beliau menjawab, Iman kepada Allah.

Kemudian apa lagi?

Jihad fi sabilillah.

Lalu apa lagi?

Haji mabrur. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dua hadis di atas menyandingkan keutamaan ibadah haji dengan kemuliaan jihad. Hadis pertama sama-sama menyebutkan orang yang pergi berjihad dan yang pergi berhaji sebagai duta-duta Allah SWT. Adapun hadis kedua malah menempatkan jihad di urutan pertama sebelum haji.

Pertanyaannya: Jika keutamaan jihad setara bahkan lebih tinggi daripada ibadah haji, mengapa kebanyakan Muslim hanya tertarik dengan ibadah haji dan cenderung tidak terlalu tertarik dengan jihad?

Terhadap ibadah haji kebanyakan kaum Muslim begitu antusias ingin menunaikannya, mengapa antusiasme yang sama tak banyak dijumpai di kalangan mereka terkait jihad fi sabilillah? Jika ibadah haji menjadi salah satu cita-cita besar dalam hidup kebanyakan individu Muslim, mengapa jihad dan menjadi mujahid tak dijadikan pula sebagai cita-cita besar kebanyakan dari mereka? Jika terkait haji begitu mudah individu Muslim berkorban harta, mengapa tak banyak dari mereka melakukan hal yang sama untuk kepentingan jihad fi sabilillah?

Benar, di negeri ini jihad dalam arti perang tidaklah berlaku, karena Indonesia bukan wilayah perang. Namun, sebetulnya ada amalan yang pahalanya menyamai amalan jihad, bahkan dinyatakan sebagai jihad paling utama. Baginda Rasulullah saw. bersabda, Jihad yang paling utama adalah menyatakan kebenaran di hadapan penguasa yang lalim. (HR at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Beliau pun bersabda, Pemuka para syuhada (mujahid yang wafat dalam jihad fi sabilillah) adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa lalim, kemudian ia menasihatinya, lalu penguasa itu membunuhnya. (HR al-Hakim dan ath-Thabrani).

Untuk aktivitas mulia di atasmenasihati penguasa lalim dan menyatakan kebenaran di hadapannyasebetulnya tak perlu mengorbankan harta yang besar, sebagaimana dalam menunaikan ibadah haji, tinggal kemauan dan keberanian menanggung risiko kematian. Sayangnya, justru tidak banyak orang yang merindukan aktivitas mulia ini, apalagi menjadikannya sebagai cita-cita besar hidupnya.

Bahkan ulama, yang sejatinya memiliki peluang besar untuk itu, juga tak banyak yang menunaikannya. Buktinya, saat banyak penguasa lalim berdiri langsung di hadapan merekadengan terus menzalimi rakyat; tetap menerapkan hukum-hukum kufur dan enggan menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara kaffah; bahkan baru-baru ini dengan antusias menyambut tamu (Obama, penguasa negara penjajah, AS) yang masih berlumuran darah ribuan kaum Muslim Afganistan, Irak dan Pakistan serta terus mendukung penjajahan Israel atas Palestinasedikit sekali ulama yang secara berani, terus-terang dan tegas menasihati serta meluruskan penguasa lalim itu; kebanyakan justru tetap diam membisu.

Bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa meraih dua keutamaan itu: keutamaan ibadah haji dan jihad fi sabilillah. Amin.

Wa m tawfq ill billh wa alayhi tawakkaltu wa ilayhi unb.

Arief B. Iskandar, Redaktur Al-Wa’ie

Antara Haji dan Jihad

Haji dan jihad adalah dua ibadah yang memiliki ikatan yang erat. Di antaranya :
Keduanya dinilai sebagai duta Alloh

??????????? ?????? ???? ???????????? ????? ?????????? ????? ?????? ???? ?????????? ???? ??????? ????? ???????? ???????? ???? ????? ??????? ????? ???????? ????? ??????? ???????? ????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ??????? ????? ??????? ????????? ????????? ??????????? ???????????????

Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Utusan Allah ada tiga, yaitu; orang yang berperang, orang yang melakukan haji, dan orang yang melakukan umrah.” [HR Nasai]
?????????? ????????? ???? ??????? ?????????? ????????? ???? ?????????? ???? ??????? ???? ?????????? ???? ????????? ???? ????? ?????? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????????? ??? ??????? ??????? ??????????? ??????????????? ?????? ??????? ????????? ???????????? ???????????
?????????????

Dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang mengerjakan ibadah haji dan umrah adalah para delegasi Allah. Allah memanggil mereka dan mereka menjawab panggilan-Nya. Mereka meminta kepada Allah, maka Dia memberikan permintaan mereka.” [HR Ibnu Majah]

Jihad bagi kaum wanita adalah haji

?????? ????????? ?????? ???????? ??????? ??????? ??????: ??? ??????? ????????! ????? ??????????? ??????? ? ?????: ??????, ??????????? ??????? ??? ??????? ?????: ?????????, ????????????? ??????? ????????, ??????? ???????

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya, mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah.” [HR Ahmad dan Ibnu Majah]

Jihad bisa diurungkan karena alasan haji

??????? ??? ????? ???????? ??????? ???????? ??? ???? ???? ???? ???????? ???????: ( ” ??? ??????????? ?????? ???????????? ?????? ????????? ??? ????????, ????? ????????? ???????????? ?????? ???? ??? ???????? ” ??????? ??????, ???????: ??? ??????? ????????, ????? ??????????? ???????? ????????, ???????? ???????????? ??? ???????? ????? ???????, ?????: ??????????, ??????? ???? ???????????? ) ????????? ????????, ??????????? ??????????

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ketika khutbah bersabda: “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki menyepi dengan seorang perempuan kecuali dengan mahramnya, dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama mahramnya.” Berdirilah seorang laki-laki dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji sedang aku diwajibkan ikut perang ini dan itu. Maka beliau bersabda: “Berangkatlah dan berhajilah bersama istrimu.” [Muttafaq Alaihi]

Ancaman diberlakukan bagi siapa yang tidak menunaikannya bila ada kemampuan

???? ????? ?????????? ????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ???? ????? ?????? ?????? ?????? ????????? ???? ???????? ?????
????? ???????? ???? ???????

Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meninggal sedang ia belum pernah ikut berperang atau belum pernah meniatkan dirinya untuk berperang, maka ia mati di atas cabang kemunafikan [HR Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Nasai]

Sementara untuk ibadah haji rosululloh shollallohu alaihi wasallam member peringatan :

???????????? ???? ???????? ??????? ????????? ??? ??????? ??? ???????? ???? ???? ????

Bersegeralah menunaikan haji karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak tahu apa yang akan terjadi [HR Ahmad]

Ali bin Abi Tholib rodliyallohu anhu berkata :

???? ?????? ????? ???????? ?????????? ????? ???????? ??? ???????? ???????????? ??? ?????????????

Barangsiapa berkemampuan menunaikan ibadah haji lalu ia tidak menunaikannya maka terserah baginya memilih mati dalam keadaan yahudi atau Nasrani
Umar bin Khothob rodliyallohu anhu berkata :

?????? ???????? ??? ??????? ???????? ???? ????? ??????????? ????????????? ????? ???? ????? ???? ??????? ?????? ??????? ????????????? ?????????? ??????????? ??? ???? ?????????????? ??????? ??????????????

Haji mina, lempar jumroh

Aku bertekad mengutus beberapa orang menuju wilayah-wilayah untuk meneliti siapa yang memiliki kecukupan harta namun tidak menunaikan ibadah haji agar diwajibkan atas mereka membayar jizyah. Mereka bukanlah umat islam ! mereka bukanlah umat islam !

Dibangkitkan sesuai dengan ibadah yang saat itu dia laksanakan

???? ????? ???????? ?????? ??????? ???????? ????? ????????? ?????? ??????? ?????????? ???? ?????? ???? ??????????? ???????????? ???? ????? ?????????????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????????? ??????? ???????? ???????????? ??? ?????????? ????? ???????????? ????? ??????????? ???????? ????????? ???????? ?????? ???????????? ??????????

Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhum berkata; “Ada seorang laki-laki ketika sedang wukuf di ‘Arafah terjatuh dari hewan tunggangannya sehingga ia terinjak” atau dia Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata: “Hingga orang itu mati seketika”. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (serban) karena dia nanti akan dibangkitkan pada hari qiyamat dalam keadaan bertalbiyyah”. [HR Bukhori Muslim]

???? ????? ?????????? ?????? ??????? ?????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????????? ??????? ???????? ??? ???????? ?????? ??? ??????? ??????? ????????? ???????? ?????? ???????? ??? ????????? ?????? ????? ?????? ???????????? ??????????? ?????? ??????? ??????????
????? ?????????

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang terluka di jalan Allah, dan Allahlah yang paling tahu siapa yang terluka di jalan-Nya, kecuali dia akan datang pada hari qiyamat dalam keadaan berwarna dengan warna darah dan wanginya adalah semerbak minyak kasturi”.

Yang membedakan antara keduanya adalah bahwa ibadah haji dicita-citakan oleh semua umat islam, dilindungi oleh Negara bahkan negaralah yang mengambil alih semua proses penyelenggaraannya. Dan penting untuk dicatat : orang kafir tidaklah terlalu risau dengan antusiasme masyarakat muslim dalam mencintainya.

Bagaimana dengan jihad fisabilillah ? Kita akan kesulitan untuk mendapatkan seorang muslim yang bercita-cita untuk mati syahid. Yang lebih menyulitkan lagi adalah mencari satu saja dari Negara muslim di dunia ini yang mengurusi dan memotivasi warganya untuk menunaikan jihad fisabilillah. Yang ada . Adalah Negara-negara muslim bersatu padu di bawah Negara Amerika untuk memburu para mujahid.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun . Ibadah haji dianak emaskan, jihad fiisabilillah dianaktirikan


TAGS Safartour Jemaah Haji Jihad


-

Author

Follow Me