Meninggal di Tanah Suci, Harapan Terbesar Jamaah Haji

26 Nov 2010

Baqi salah satu tempat pemakaman bagi jemaah haji Indonesia

Baqi salah satu tempat pemakaman bagi jemaah haji Indonesia

MINA (Berita SuaraMedia) Walaupun banyak jamaah Haji asing, terutama jamaah lanjut usia dan jamaah yang sakit, datang untuk melakukan ibadah Haji dengan sebuah hasrat terdalam untuk meninggal di tanah suci, hanya beberapa yang terpilih yang keinginannya tersebut terwujud.

Orang-orang semacam itu dihormati dengan dimakamkan di Jannat Al-Mala di Mekkah atau Janat Al-Baqi di Madinah. Para kerabat dan teman-teman mereka kemudian kembali ke negara asal ketika jamaah Haji terselesaikan.

Sejumlah jamaah Haji mengatakan bahwa mereka merasa iri kepada para jamaah Haji yang meninggal sementara melaksanakan ibadah Haji atau di daerah sekitar Masjid Al-Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Jamaah yang berasal dari Mesir, Abdul Shafi Saeed datang untuk melaksanakan ibadah Haji dari Kairo dan ditemani oleh jamaah Haji lainnya, Sayyid Khaleel Hassan, yang meninggal ketika sedang berdoa di dataran Arafah, puncak dari ibadah Haji tahunan.

“Sayyid Khaleel menghembuskan nafas terakhirnya dengan mengenakan pakaian ihramnya ketika menyerukan doa Labbaik. Ia diberkahi dan beruntung meninggal di tempat yang paling suci untuk Muslim di bumi ketika melaksanakan ritual ibadah utama dari serangkaian ritual ibadah Haji. Setiap jamaah Haji berharap untuk meninggal dengan cara seperti itu,” Saeed mengatakan.

Istri Abdullah Al-Roubi meninggal di Mina. “Ia selalu mengungkapkan keinginannya untuk menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan di Mekkah kapanpun ia melihat Ka’bah dan Masjid Al-Haram di televisi. Ini adalah kehendak Allah bahwa keinginannya terwujud ketika ia mengenakan pakaian ihram di Mina,” sang suami mengatakan.

Ali Al-Asheeri, konsul Mesir di Jeddah, mengatakan bahwa 45 jamaah Haji Mesir, termasuk sejumlah wanita, meninggal pada Rabu (17/11) waktu setempat. “Mereka meninggal sehubungan dengan masalah usia mereka dan penyakit. Sebagian besar dari mereka meninggal karena tekanan darah tinggi ataupun rendah. Jenazah mereka dimakamkan di Mekkah, Madinah dan tempat suci setelah mereka menyelesaikan prosedur yang diperlukan, termasuk mendapatkan persetujuan dari keluarga mereka,” ia mengatakan.

Al-Saeed Al-Jeelani, seorang jamaah Haji Algeria, mengatakan bahwa seorang jamaah yang datang dengannya dengan penerbangan yang sama meninggal pada saat berada di Terminal Haji di Jeddah. “Ini adalah sebuah berkah yang besar untuk meninggal sementara seseorang sedang mengenakan pakaian ihram. Jamaah seperti itu akan muncul dengan mengenakan iharam, menyerukan ‘Allahu Akbar,’ pada Hari Kiamat,” ia mengatakan.

Ia juga mencatatkan bahwa para kerabat jamaah Haji yang meninggal setelah tiba di Mekkah tidak bersedih karena mereka percaya bahwa jamaah semacam itu diberkahi. Tujuh jamaah Haji Algeria dikabarkan meninggal sampai Rabu (17/11) waktu setempat.

Jawed Madami, seorang jamaah Haji India, mengatakan kepada kantor berita Arab News bahwa meninggalnya seorang jamaahHaji setelah keberangkatannya untuk melaksanakan Haji adalah sebuah pencapaian dari keyakinanya kepada Allah. Ia mencatatkan bahwa seorang jamaah India meninggal ketika melaksanakan tawaf memutari Ka’bah. “Banyak para jamaah Haji percaya bahwa meninggal ketika melaksanakan ritual ibadah Haji adalah realisasi dari doa-doa mereka untuk meninggal di tanah suci dan sebuah indikasi dari keyakinannya yang teguh kepada Allah,” ia mengatakan. (ppt/an)www.suaramedia.com


TAGS Jemaah BPIH Haji Madinah Baqi


-

Author

Follow Me